di saat semua orang yg terlahir di bumi ini mendapatkan cinta dan kasih sayng, sebenarnya mereka tak mau untuk di lahirkan, seorang yg baru lahir di katakan suci tanpa dosa tapi mengapa harus menangis,mungkin mereka tak mau di lahirkan di dunia sebab mereka tau bawah dunia ini sangatlah kotor tak akan ada pernah ada cinta dan kasih sayang di antara setiap umat d dunia,
lihat mereka yg penuh harta tak ubah monster bagi si miskin tak ada sebuah pengampunan tuhan yg di tujukan untuk si miskin,kemelaratan tak ubahnya neraka, di saat sekarang cinta kasih sayang hanya di komersilakna hanya untuk sebuah kepuasan
Rabu, 02 Februari 2011
kehidupan jalanan
KEHIDUPAN anak jalanan (anjal) biasanya dipengaruhi oleh lingkungan atau bahkan ada yang mengikuti jejak orangtuanya turun-temurun. Maka tak heran seorang anjal sudah mencan uang sejak bayi.
tidak berbeda dengan hari-hari biasanya. Ketika lampu lalu lintas menyala merah, sejumlah anjal berhamburan mengampiri pengendara mobil yang berhenti- Mereka menjulur-kan tangan-sebagian bertepuk tangan dan sebagian lainnya sambil mengelus-elus perut.
sebuah ungkapan yang menggantikan kalimat "aku lapar.
Pemandangan lainnya, ketika seorang ibu ikut menjulurkan tangan kanannya, sementara tangan kiri menahan kain yang menutupi tubuh bayinya--se-buah ungkapan kasih seorang ibu yang sedang melindungi bayinya dari terik matahari.
Sebagian pengendara tidak memedulikan para anjal ini. tetapi ada juga pengendara yang memberi uang receh. Bagi sebagian pengendara, uang itu memang sudah dipersiapkan untuk keperluan seperti (ni.
Begitu lampu lalu lintas menyala hijau, para anjal ini menyingkir. Ibu yang menggendong bayi ataupun yang sendirian ikut menyingkir. Sebagian naik ke jalur hijau, sebagian lagi kembali ke pinggir jalan, menunggu lampu merah menyala kembali. Para pengendara yang sudah memberi uang receh maupun yang tidak punya kepedulian juga melanjutkan perjalanannya.
Bagi pengendara yang tidak memberi
tak slamanya hidup di jalanan menyedihkan, terikan bukan untuk putus asa tapai akan sebuah perlawanan menantang kerasnya hidup
tidak berbeda dengan hari-hari biasanya. Ketika lampu lalu lintas menyala merah, sejumlah anjal berhamburan mengampiri pengendara mobil yang berhenti- Mereka menjulur-kan tangan-sebagian bertepuk tangan dan sebagian lainnya sambil mengelus-elus perut.
sebuah ungkapan yang menggantikan kalimat "aku lapar.
Pemandangan lainnya, ketika seorang ibu ikut menjulurkan tangan kanannya, sementara tangan kiri menahan kain yang menutupi tubuh bayinya--se-buah ungkapan kasih seorang ibu yang sedang melindungi bayinya dari terik matahari.
Sebagian pengendara tidak memedulikan para anjal ini. tetapi ada juga pengendara yang memberi uang receh. Bagi sebagian pengendara, uang itu memang sudah dipersiapkan untuk keperluan seperti (ni.
Begitu lampu lalu lintas menyala hijau, para anjal ini menyingkir. Ibu yang menggendong bayi ataupun yang sendirian ikut menyingkir. Sebagian naik ke jalur hijau, sebagian lagi kembali ke pinggir jalan, menunggu lampu merah menyala kembali. Para pengendara yang sudah memberi uang receh maupun yang tidak punya kepedulian juga melanjutkan perjalanannya.
Bagi pengendara yang tidak memberi
tak slamanya hidup di jalanan menyedihkan, terikan bukan untuk putus asa tapai akan sebuah perlawanan menantang kerasnya hidup
Langganan:
Postingan (Atom)